Penyelidikan Juno NASA telah memberikan pandangan yang lebih baik dan lebih dalam pada atmosfer Jupiter. Para peneliti telah menghasilkan tampilan 3D pertama dari lapisan atmosfer Jupiter, yang menggambarkan bagaimana awan dan badai yang bergejolak bekerja secara lebih rinci daripada sebelumnya. Terutama, lebih jelas bagaimana siklon dan antisiklon berperilaku. Mereka jauh lebih tinggi dari yang diperkirakan, dengan Bintik Merah Besar (anticyclone) yang berada di kedalaman 200 mil. Mereka lebih hangat atau lebih dingin di bagian atas tergantung pada putarannya juga.

Juno membantu mengisi data menggunakan radiometer gelombang mikro yang menawarkan intip di bawah permukaan awan. Untuk Bintik Merah Besar, tim melengkapi data radiometer dengan tanda gravitasi dari dua lintasan jarak dekat. Info radiometer juga menunjukkan sel-sel sirkulasi mirip Bumi di belahan bumi utara dan selatan, belum lagi perubahan cahaya gelombang mikro seperti lautan.

Masih ada misteri yang tersisa, seperti massa atmosfer Bintik Merah Besar. Dengan demikian, citra 3D sudah menghasilkan gambaran yang lebih kohesif tentang bagaimana planet jovian seperti Jupiter berperilaku. Mungkin tidak perlu lebih banyak upaya untuk memecahkan lebih banyak misteri Jupiter.

Semua produk yang direkomendasikan oleh Engadget dipilih oleh tim editorial kami, terlepas dari perusahaan induk kami. Beberapa cerita kami menyertakan tautan afiliasi. Jika Anda membeli sesuatu melalui salah satu tautan ini, kami dapat memperoleh komisi afiliasi.