Rumah beta mempunyai tumbuhan kabu-kabu pada pekarangan WC. Di hari suhu Texas yg menzalimi, perempuan cantik itu mengembang lagi kapuk melayang-layang pada sekeliling graha penaka salju hari suhu. Itu menaungi kasa jendela lagi memalangi peluang mengakar ke batin hati graha.

Beberapa jiran beta mempunyai kincir angin pengadem cairan yg menggembungkan mega sumbing. Itu memproduksi semesta graha terasa penaka hutan berpaya lagi memproduksi sarwa penghuni pada graha merasa penaka mereka mengepas bernapas pada lunas kapal cairan. Saya mencicik getah perca pengagum itu lagi berlega hati beta tak kapabel membelinya.

Kami rudin, namun tak batin hati hal-hal yg utama. Tidak berdasar yg kelaparan. Tidak berdasar yg gelandangan. Tidak berdasar penawar. Tidak berdasar kumpulan lagi tak berdasar keributan jagat. Pintu ambang graha beta tak sudah dikunci. Dan setiap penghuni mempunyai graha wadah mereka bercokol. Orang berumur abdi mengecer graha beta atas warsa 1950-an, lagi itu mewujudkan pendapatan yg substansial pecah mereka.

Ketika abdi mengindeks pada maktab tajuk, sarwa pembimbing abdi berkulit aswad lagi mereka mengkhotbahkan nama penaka ceramah Minggu yg dilatih per kordial. Pada sementara abdi menginjak maktab sedang, pada kaliber heksa, abdi sama dengan kartika tapak, mendiami seliri perdana pada band lagi tercatat pada sela akseptor lima kaliber top.

Tetapi sarwa itu bersalin atas warsa 1974, saat abdi berteduh pada kaliber tujuh. Sebagai dapur sejak pelimpahan wewenang yg dikeluarkan sama Mahkamah Agung AS batin hati hal utama Brown v. Dewan Pendidikan Topeka, Kansas, sahabat setimbang abdi lagi abdi tercatat pada sela gabungan perdana mahasiswa Dallas yg menarik dapur batin hati skedul busing gres.

Pada 17 Mei 1954, hal Brown membubuhi cap rencana pemulihan pikiran yg berat mulia pecah daerah kita. Ini berjaya menggulung segregasi lembaga batin hati pencerahan lagi menaruh tajuk menurut meruntuhkan segregasi pada sarwa varietas kelompok beda, tercatat perumahan, pengangkutan, pengambilan bahana, tugas lagi fasilitas ijmal. Ini dipandang demi hal mengelokkan substansial terhadap etnis batin hati babad Amerika. Keputusan itu dirusak, bagaimanapun, sama pertarungan kekejian yg mendorong pelaksanaannya pada sebagian dapur daerah sepanjang makin sejak 20 warsa.

Tetapi saat kesimpulan Brown sudahnya tertatah pada daerah itu, hal-hal kemasyarakatan sejak pencetakan itu berperilaku per daya upaya yg berlainan sejak yg diinginkan.

Ketika abdi menoleh palis penghuni indra peraba bersih yg abdi lewati, sebuah interogasi menongol pada rasio abdi: ‘Apakah abdi membutuhkan delusi gres?’

Rekan-rekan mahasiswa abdi lagi abdi diangkut per bus ke segi lor pura menurut mengikuti maktab yg kebanyakan penduduknya berkulit bersih. Saat berkendara mengarungi jagat mereka per bus asfar mulia yg menggiring abdi lagi jiran abdi timbul sejak peguyuban beta menurut menempuh segala apa yg sama dominasi pencerahan disebut “pencerahan yg berat kordial,” lagi peng-hujung pulang ke jagat beta menurut bercokol pada mana tak berdasar keadaan kordial yg pandai terbit perasaan, teringat sama abdi bahwa berdasar entitas yg keliru. Pemandangan pada asing jendelaku tenggelam batin hati aksi sukar. Rumah-rumah mulia lagi berlebih-lebihan tunak abdi penaka entitas yg timbul sejak berita angin. Saat abdi menoleh palis penghuni indra peraba bersih yg abdi lewati, sebuah interogasi menongol pada rasio abdi: “Apakah abdi membutuhkan delusi gres?”

Percobaan itu sekadar berlantas ahad semester pecah abdi. Bagi yg beda, itu berlantas makin periode – sekeliling ahad warsa, sebagian sepasang warsa. Saya lagi sahabat setimbang abdi dibagi selaku tiga gabungan, berasas alamat beta, lagi ditugaskan atas abad penyelidikan yg berlainan lagi maktab yg berlainan. Pengambilan ilustrasi yg kayanya rawak sejak ketiga gabungan tak sudah turut serta batin hati skedul busing tentu sekaligus. Apa yg berlangsung per statistik sejak pengkajian terkandung lagi belum terang.

Saya pulang ke maktab jiran abdi selesai semester penyelidikan pada maktab yg didominasi indra peraba bersih, namun itu pernah bersalin. Lebih sejak seperdua pembimbing pernah diganti per perempuan indra peraba bersih yg makin pentil lagi pembimbing indra peraba aswad yg tak lugu, yg kayanya pernah putus entitas. Program akademisnya berat layuh, abdi sekadar berpelajaran sepasang maupun tiga musim seminggu, walakin abdi tamat SMA per 10% top pada kaliber abdi.

Saya tak pulang ke kolom kabur maupun ke band. Saya tak diizinkan menurut bersatu per awak kabur pada maktab gres abdi sebab maupun abdi dipandang berpembawaan pada maktab periode abdi, abdi tak beruang pada maktab gres abdi. Saya apalagi tak diberi jam menurut mengepas. Dan maupun abdi sama dengan seliri perdana batin hati band pada maktab periode abdi, pada maktab gres abdi, abdi diturunkan ke seliri kedelapan. Jadi abdi tamat menggarap kedua tindakan terkandung sepanjang semester abdi beruang pada senun. Istirahat pasti berlebihan menjahili lagi abdi putus kepentingan atas band lagi tak sudah dolan kembali. Saya mengenapkan menurut bersatu pulang per awak kabur pada maktab periode abdi, namun pengakuan nafsi abdi tak permanen lagi abdi memotong menurut tak melakukannya.

Lima warsa selesai abdi tamat SMA, sekadar ahad dasawarsa selesai ide Brown berperan atas warsa 1974, mami abdi pernah mendagangkan graha ras lagi selaku graha rengkah jagat. Saya tukar ke New York City menurut lektur pada Universitas Columbia, namun pulang ke graha menurut mengunjungi jiran periode abdi lagi menoleh wadah abdi dibesarkan. Kejahatan pasukan membuatku tertumbuk akal. Selama dasawarsa berikutnya, abdi menempuh delusi sergut pada mana abdi mengepas berbalik namun tak beroleh menjumpai graha abdi. Itu sekadar punah.

Lingkungan abad sedikit abdi sama dengan buatan sejak segala apa yg berlangsung saat “unifikasi” warsa 1970-an mengoper persabungan warsa 1954 menurut “kesejajaran”, yg bakal makin kordial diterjemahkan demi “ekuitas”. Orang indra peraba aswad Amerika, yg rampung menurut “menyatu” ke batin hati aliran superior Amerika, menginjak timbul sejak jagat Kulit Hitam pada warsa 70-an – lagi jagat ini, demi konsekuensinya, menginjak memburuk. Lingkungan indra peraba aswad pada semesta Amerika per deras lagi tidak tersangka berkisar saat getah perca cakap tukar – berkisar sejak pemilik graha ke penyewa, sejak graha ras ahad ke rencana multi-keluarga bersubsidi megah, sejak cakap ke akseptor tip kecil.

Pada 1980-an, kokain mengakar ke berlipat-lipat peguyuban indra peraba aswad lagi memproduksi mereka tentu sekaligus tak berkekuatan.

Pada warsa 2003, abdi menggarap rencana eksplorasi antropologi pada jagat Houston yg mengusulkan jam tersendiri menurut menyelusuri tiga varietas ras yg berlainan: aktivis rudin (pada lokasi yg batin hati tata krama sehari-hari dikenal demi The Bottoms), ras Afrika-Amerika kaliber sedang ke pada (menjelang Texas Southern University, sebuah sekolah tinggi indra peraba aswad historis per harta yg bermula sejak pembebasan sejak perbudakan), lagi ras indra peraba bersih kaliber sedang pada (yg berjalan pada University of Houston).

Saya menjumpai bahwa ras indra peraba bersih main demi gaya menurut sarwa usaha restorasi – mereka main demi “tata cara”. Pemerintah, badan nirlaba, lagi usaha preman membonceng lagi lagi membonceng wadah pusat ini menurut memastikan daya upaya memproduksi lagi melaksanakan sarwa skedul restorasi.

Dan pada sinilah kecurangan Brown.


Carl Iwasaki mengarungi Getty Images

Potret mahasiswa indra peraba aswad lagi penghuni berumur mereka yg menaja Brown v. Board pada Topeka, Kansas, 1953. Dalam positif sama dengan, larik ambang sejak kidal, mahasiswa Vicki Henderson, Donald Henderson, Linda Brown (menurut sapa mantel itu dinamai), James Emanuel, Nancy Todd lagi Katherine Carper; Baris WC sejak kidal, penghuni berumur Zelma Henderson, Oliver Brown, Sadie Emanuel, Lucinda Todd lagi Lena Carper.

Presentasi warsa 2004 pada University of Michigan sama Linda Brown Thompson, yg berumur 7 warsa pada pusat hal Brown atas warsa 1954, memperjelas bahwa penghuni tuanya, Oliver lagi Leola Brown, tak kenyir puti mereka melakukannya. diri ke maktab indra peraba bersih sebab makin kordial ketimbang maktab indra peraba hitamnya, namun sebab makin menjelang per alamat mereka.

Brown sebetulnya sama dengan terhadap preferensi lagi kunci yg sepadan.

Tetapi pengamalan Brown mengecek jagat indra peraba Hitam per jagat indra peraba bersih lagi proporsi itu sudahnya mengurangkan maktab, karat, lagi kesibukan Kulit Hitam. Arsitek sejak ide Brown kenyir indra peraba aswad Amerika mempunyai benar menurut menunjuk pada mana mereka bakal bercokol, diri ke maktab, berjalan, menyerang – penaka penghuni indra peraba bersih Amerika! Tapi daya upaya pikiran itu dieksekusi merilis menjelang mercapada bahwa tak berdasar keadaan kordial yg pandai terbit perasaan sejak jagat Black.

Thompson tabu bahwa Monroe Elementary, maktab wadah dirinya lagi ibunya berpelajaran, sama dengan maktab yg aksi. Guru-gurunya asing polos lagi mencermati berlipat-lipat mahasiswa. Namun, prinsipnya sama dengan bahwa penghuni tuanya mempunyai hak menurut menunjuk kemana putrinya diri. Sebaliknya, bagaimanapun, Mahkamah Agung melahirkan, penguraian anak-anak indra peraba bersih lagi indra peraba aswad pada maktab ijmal mempunyai pengaruh mudarat atas anak-anak indra peraba aswad. Tidak disebutkan pengaruh segregasi atas budak indra peraba bersih.

Dengan logat beda, ras Brown melahirkan berdasar persoalan sistemis batin hati asosiasi kita per dengan jalan apa etnis digunakan menurut memproduksi lembaga lagi kesimpulan kemasyarakatan lainnya. Keputusan perbicaraan melahirkan pertengkaran rasial sama dengan persoalan intelektual lagi mengidentifikasikan bahwa masalahnya berdasar atas penghuni indra peraba aswad: Mereka dirusak sama pencerahan mereka yg atas dasarnya kecil.

Oleh sebab itu, cara unifikasi warsa 1970-an mewujudkan kehampaan Brown. Tetapi nilai-nilai unifikasi itu individual setimpal menurut dipertimbangkan pulang.

Integrasi selayaknya, lagi pecah abdi selaku batang tubuh, mewujudkan cara utama menurut mengakses tempat-tempat pada mana kita membikin polikel lagi memproduksi kombinasi yg mengantarkan kita kans menurut beriring-iring pada mercapada. Tanpa rukun unifikasi, abdi tak bakal sudah diizinkan menurut mengindeks, lebih-lebih lagi mengikuti, Universitas Columbia. Tanpa eksplikasi sahabat setimbang sejak semesta mercapada, apalagi tak sudah teringat sama abdi bahwa abdi beroleh beredar mercapada menurut menyidik dengan jalan apa penghuni berinteraksi batin hati jagat kemasyarakatan yg kelompok.

Saya kenyir membaca: Saya tak melahirkan bahwa maktab patut dipisahkan maupun bahwa Brown per sendirinya sama dengan keadaan yg sergut. Tentu belaka tak. Pemisahan mengancing penghuni indra peraba aswad sejak tempat-tempat pada mana stamina kemasyarakatan beruang lagi itu menjawab kekuasaan berfundamen sejak kerakyatan mana pula.

Apa yg abdi katakan sama dengan kita mempunyai jam utama sementara ini batin hati babad kelas kita menurut mengenapkan pulang penaka segala apa daerah ini yg kita inginkan. Betapa beta kenyir warganya, tercatat mereka yg bertepatan berkulit aswad, diperlakukan. Karena makar kesamarataan rasial yg timbul pada kota-kota kita batin hati sebagian warsa bungsu, lagi pertama pada warsa lantas, bersama pengajian pengkajian lagi kesadaran yg menyampingi mereka, orang-orang mencermati lagi menimbang per daya upaya yg belum sudah mereka lakukan – potensial sebelumnya.

Kami mempunyai jam utama sementara ini batin hati babad kelas kita menurut mengenapkan pulang penaka segala apa daerah ini yg kita inginkan. Betapa beta kenyir warganya, tercatat mereka yg bertepatan berkulit aswad, diperlakukan.

Sekarang sama dengan jangka yg timbul menurut terinspirasi lagi menyalakan pulang niat murni Brown. Sekarang sama dengan jangka yg timbul menurut mengenang segala apa yg berdasar pada dalaman Brown – benar menurut menunjuk lagi mengupayakan kesejajaran kodrati, lain pelimpahan wewenang menurut semata-mata menapuk wadah lagi memproduksi skedul yg sekadar menokokkan manusia yg sempit terwakili ke celah yg sebelumnya ditolak menurut mereka . Itu tak, tak – lagi tak bakal sudah – menyeluruh.

Kita patut langsung melantas lagi bergumul menurut mempengaruhi transformasi jelas pada janabijana ini. Kita patut menunggangi stamina aksi kemasyarakatan yg pernah bangun lagi kita patut menggarap makin sejak yg seminimal potensial. Kita patut tabu dengan jalan apa pengamalan kesimpulan Brown menyinggung berlipat-lipat peguyuban, penaka jagat abad sedikit abdi, lagi menolak bayangan itu main demi pengingat bahwa ikrar kordial minus pengetahuan yg sahih, juntrungan yg terang lagi setara, bersama prasetia lagi langkah berumur beroleh mempunyai efek yg tak terpikirkan.

Enam puluh tujuh warsa yg lantas, kesimpulan Brown tak sekadar mengusulkan penghuni indra peraba aswad Amerika, namun sarwa Amerika, delusi yg belum tertubuh. Sudah melalui jangka pecah kita menurut tamat mengempik kesejajaran kodrati lagi menginjak menjalaninya.

Sharon Washington, Ph.D. sama dengan seorang antropolog yg pernah beredar mercapada menyigi fungsi cucu Adam demi fantasi. Dia lektur pada Universitas Columbia lagi Sekolah Baru menurut Penelitian Sosial pada New York City lagi berbincang selaku tertib pada universitas lagi dialog terhadap persoalan kesamarataan kemasyarakatan, etnis, ketidakamanan perdagangan, pencerahan lagi impak sarana. Ph.D. skripsi, “Kontrak Pendidikan,” menerangkan perjalanannya pada AS, Afrika sub-Sahara lagi Amerika Latin. Sharon sementara ini bercokol pada Houston, Texas, lagi pernah menggores menurut Dallas Times Herald, New York Newsday lagi Akron Beacon Journal.

Apakah Anda mempunyai cerita batang tubuh menyentak yg kenyir Anda terbitkan pada HuffPost? Cari maklum segala apa yg beta mencekau pada sini lagi kirimkan peningkatan!